aku dan sepotong senja

jingga-di-daun-jendelasenja memancarkan semburat kala itu. menyisakan keindahan yang tiada henti. sungguh membuatku terpesona tak terperi. aku dan senja. memandangnya seolah bercengkrama dengan Sang Pencipta. Subhanallah….tak henti-hentinya kuucapkan kalimat itu ketika ku bersitatap dengan jingganya senja yang menjuntai…

Balkon atas tempat favoritku. Kusempatkan melihat sang senja sebelum ku kembali pada-Nya dalam sebuah peraduan Maghrib nan hangat. Burung-burung berarak saling berterbangan bersama kerabatnya, begitu apik dalam formasi vertikal memberikan bayangan yang dibiaskan cahaya senja.
Dan perasaan itu kembali muncul ketika ku melihat sosoknya. perasaan aneh yang membuatku  bahagia dan berdebar tanpa ada sebuah notification.
menggiring anak-anak menuju Mushola kecil yang tak jauh dari rumahku…
ketenangan, kehangatan, cahaya, butiran air wudhu, langkah yang begitu teduh…
sungguh telah membuatku tak tenang saat itu…

sosoknya hilang dalam perimpangan jalan. selang beberapa menit, alunan adzan menabah debarku. benar ini suaranya, alunan adzan ini, ku tersenyum sendiri, semetara senyum ku terhenti ketika ayah memanggilku tuk sholat Maghrib berjamaah. sepotong senja sore ini indah seperti sebelumnya….

***

lampu di persimpangan jalan menggambarkan siluet wajah yang belakangan ini mencuri perhatian ku. Saat itu bulan beranjak memenuhi tugasnya menerangi separo hari-hari di akhir januari ini. Malam semakin memberikan porsinya menggantikan senja yang mulai bermetamorfosis menjadi gulita. Langkahnya mengetarkan hatiku. Terlihat sesekali tersenyum menggubris celotehan anak-anak yang mengiringinya disetiap langkah. Akupun ikut tersenyum sumringah. Kudengar dari ibuku, dia adalah pemuda kampung sebelah yang mengabdikan dirinya untuk membantu anak-anak mengaji di Mushola. Pendidikan sarjana nya tak sampai lulus disebabkan lilitan hutang bapaknya kepada renternir. Ia mengalah dan lebih memprioritaskan pendidikan adiknya yang sekarang duduk di bangku sekolah dasar. Sebenarnya baru dua hari ini aku melihat sosoknya, seminggu yang lalu dia dan keluarganya baru pindah dari kampung sebelah ke kampung tempatku, ibuku sendiri mengetahui hal ini dari celotehan ibu-ibu tetangga rumah yang sering bercengkrama ketika membeli sayuran. Semakin sering ibuku menceritakan sosoknya yang teduh, bergejolak hatiku untuk ingin berkenalan dengannya. Namun lagi-lagi aku lebih nyaman melihat nya dalam satu senja, mendengar derap langkanya, berdebar ketika melihat wajahnya, itu membuatku bahagia. Itu saja.

***

Iklan

still into you (Paramore)

still1Can’t count the years one hand
That we’ve been together
I need the other one to hold you.
Make you feel, make you feel better.
It’s not a walk in the park
To love each other.
But when our fingers interlock,
Can’t deny, can’t deny you’re worth it

Cause after all this time.
I’m still into you

I should be over all the butterflies
But I’m into you (I’m in to you)
And baby even on our worst nights
I’m into you (I’m into you)
Let em wonder how we got this far
Cause I don’t really need to wonder at all
Yeah after all this time
I’m still into you

Recount the night that I first
Met your mother
And on the drive back to my house
I told you that, I told you that I loved ya.
You felt the weight of the world
Fall off your shoulder
And to your favorite song
We sang along to the start of forever

And after all this time.
I’m still into you

I should be over all the butterflies
But I’m into you (I’m in to you)
And baby even on our worst nights
I’m into you (I’m into you)
Let em wonder how we got this far
Cause I don’t really need to wonder at all
Yeah after all this time
I’m still into you

Some things just,
Some things just make sense
And one of those is you and I
Some things just,
Some things just make sense
And even after all this time
I’m into You
Baby not a day goes by that
I’m not into you

I should be over all the butterflies
But I’m into you (I’m in to you)
And baby even on our worst nights
I’m into you (I’m into you)
Let em wonder how we got this far
Cause I don’t really need to wonder at all
Yeah after all this time
I’m still into you
I’m still into you
I’m still into you

(dia yang tak kusebut namanya)

Ini tentang dia (yang tak kusebut namanya)….

menepuk pundak ku dengan semua kata-katanya

Ini tentang dia (yang tak kusebut namanya)….

mengiringku menari di atas hamparan kaca pecah, dan aku masih menikmati musiknya

Ini tentang dia (yang tak kusebut namanya)….

merindu terkurung waktu, menunggu sarang itu terbuka

Ini tentang dia (yang tak kusebut namanya)….

aku yang tak henti berdamai dengan kebencianku

Ini tentang dia (yang tak kusebut namanya)….

malam-malam ku “ASIN” !

Ini tentang dia (yang tak kusebut namanya)….

semua kata Rindu, Benci, Cinta, masih dalam posisinya “KAMU”

“ini yang tersemat dalam fikiranku untuk menggambarkan perasaan ini, tentunya kepadamu, siapa lagi ?! ”

Gumamnya pada sebingkai kaca dengan segala kejujurannya yang melekat, berharap pantulan gambar itu hidup, bercakap atau mungkin tersenyum menawan mengedipkan mata

“aku hanya bisa bilang ini…! ”

membeberkan secarik kertas yang tumpah ruah oleh tinta-tinta kusut, bengkok, amburadul, menyerupai sekawanan rumput yang berjajar

“bagaimana dengan mu..? apakah kau berdarah-darah seperti airmata ku..? ”

menaikan intonasinya, menggertak, meluap, meluber, berserakan, tumpah ruah dengan tarikan nafas yang tersengal

“oh..ternyata kau diam saja…! ”

senyum sinis, mengelus tanah yang terlampau menua, hitam tak berbau, cekikikan, menari-nari terinfeksi kekecewaan yang baru saja menularinya, SEKARAT !

“tapi bisakah kau sekali saja menoleh kepadaku…? ”

meluncur perlahan satu, dua, tiga, bulir asin yang terpaksa melekat pada dirinya, Cuih….!!!, merengek, memohon, Gembel, terjatuh, tertawa…..

sesungguhnya, semuanya (seharusnya) terihat indah, hanya waktu saja yang belum memihak kepada kita ***

22-03-13

 

catatan: teruntuk sahabatku (yang tak kusebut namanya), dimana pun engkau berada, semoga sepenggal kalimat ini hanya terjadi kepadamu (saja), tidak pada orang lain, atau pun diriku….

 

sungguh, mungkin Aku Rindu….

ribuan pertanyaan menyeruak seperti segerobolan hujan menerkam tanah merah. tak satupun kutemui jawaban itu. aneh. ya! diriku memang aneh. bukan, tepatnya fikiranku.

aku berlari menerobos kemelut yang tak sengaja hinggap di dalam sini. disini. perasaan ini.

lalu….tak dapat ku menghindar. sungguh bodohnya diriku. bebal ! ada apa dengan diriku!!!!

ah…..senyum sinis itu kembali muncul, buat apa…? sudah lupakan ! tapi tidak berani aku!!!

dan kembali ku hujat diriku, dasar BODOH !!

lalu kemudian……

sepertinya aku nyaman dengan semua ini, walau sendu terus memata-mataiku. karena sesungguhnya rasa ini tak akan salah, dan tak pernah salah.

ya sudahlah…..

biar aneh ini, tangis ini, bodoh ini, sendu ini, bebal ini, ada…karena ‘RASA’ ini juga ada………

kembali hujan pun turun tanpa ditemani sang pelangi……

sungguh, mungkin aku Rindu….

The Library part 1

930Dia masih terjaga. Kadang menoleh, melihat sosok wanita disampingnya yang tertidur pulas. Fikirannya tak menentu. Dan kali ketiganya dalam semiggu ini dia absen dalam mimpinya.

Keesokan paginya….

“pih, sepertinya kita harus segera ke bandara sekarang, kelihatannya hujan akan turun lebih awal, kasian jika Doni harus menunggu di sana” teman hidupnya berbicara lebih tenang dibanding perasaannya sekarang

Dia masih memandangi beberapa lembar koran pagi itu. Tak menggubris. Sesekali meminum beberapa teguk kopi hitam kesukaannya.

“lah papih kenapa diam begitu, langit sudah semakin mendung” keheranan melanda sang istri

“biarlah dia pake taksi saja, toh dari bandara kesini juga tidak terlalu jauh mih…”jawabnya diantara dua tegukan kopi hitamnya yang terlihat sudah penuh dengan ampas

“yo anak sendiri yang baru pulang dari tempat jauh kok nda pengen jemput sih..”gerutu sang istri membereskan gelas kopi yang terlahap habis

Terdiam menerawang langit-langit ruangan penuh debu, tersusun rak-rak penuh buku nan lusuh. Buku-buku warisan orang tuanya yang berjumlah banyak itu sudah menemaninya selama hampir 20 tahun. Kadang ia tambahkan beberapa buku yang dinilainya penting untuk menambah koleksinya. Buku yang merupakan ladang usahanya dalam mencari nafkah itu terlihat semakin berwarna coklat. Tak jarang Para mahasiwa mendatangi kediamannya hanya untuk mencari beberapa buku yang diperlukan, dan tarif 3000 rupiah per minggu ia terapkan sebagai harga sewa. Sementara usianya yang semakin senja, dengan sebuah penyangga berjalan yang menjadi temannya, ia terlihat gundah memikirkan nasib bertumpuk-tumpuk buku yang terlihat tua dimakan sang waktu.

Tiba-tiba….

“Assalamualaikum….”seseorang mengagetkan lamunannya

“waalaikum salam” sang istri menjawab salam seraya menghambur menuju gerbang bercat hijau di depan rumahnya “walah…cah bagus…sehat nak ? maaf ibumu dan papih mu nda menjemputmu di Bandara”

“yo nda pa-pa bu, lagian tadi Doni bareng sama teman yang satu arah, ngomong-ngomong papih mana bu..?”

“tuh lagi duduk di dalam perpustakaan, gimana perjalanannya? Pasti lelah ya..? istirahatlah dulu” sang ibu merangkul putra yang baru dilihatnya setelah hampir 6 tahun pergi menuntut ilmu di negeri tetangga

Doni bergegas menuju ayahnya yang masih duduk terdiam ditemani kopi hitam yang terlihat baru saja disajikan, kali ini kopi itu ditemani beberapa singkong goreng yang masih mengepul mengeluarkan asap.

“assalamualaikum pih…”

“waalaikum salam, baik-baik saja nak?” menghambur tangan sang anak, seraya merangkul pundak tangan sang ayah untuk memberi hormat

“baik-baik saja pih..”

“masih sibuk dengan objek fotography nya? Ya jangan lah terlalu mengabiskan waktu mu dengan kamera dan lensa nya itu, sesekali tengok lah perpustakaan ini”

Suasana semakin dingin, terlihat rasa kecewa menghiasi raut wajah sang ayah, sementara sang anak terdiam lemas mendengar beberapa kalimat yang baru saja teucap beberapa detik yang lalu.

“yo wiss, jangan bahas itu dulu pih…, anak mu baru saja pulang, mungkin dia membutuhkan istirahat barang beberapa jam, nanti lanjut lagi” sang istri menengahi suasana dingin itu, kedua pria berbeda zaman itu masih terduduk diam tanpa sedikitpun bicara.

***

Kesendirian menyelimuti Doni dalam lautan tumpukan buku di depannya. Rasa bersalah terhadap ayahnya menambah beban dalam hatinya. Ia lebih mementingkan fotography dibanding membaca buku seperti hobi ayahnya, kakeknya atau bahkan kakek buyutnya. Dan semua buku ini kelak akan menjadi miliknya. Meneruskan perawatan serta menjaga semua buku ini. Semua hal tersebut memang bisa ia lakukan, hanya merawat, menjaga dan melayani para pencari buku yang setiap hari mendatangi perpustakaan. Tapi sesuatu mengganjal hatinya, keinginan sang ayah agar ia tak lelah memabaca buku, meneruskan hobinya, menjadi hal tersulit yang menderanya.

Tumpukan buku itu pun hanya terdiam menunggu raut tenang pemuda jangkung itu. Sepi. Memecah debu yang seraya hinggap.

bersambung….

Tombo ati (Nasehat Al-Qur’an)

fa2f36e1bc15f4a1116a1ac31032be64_XLKenapa Kita di uji….?

apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ‘kami telah beriman’ sedang mereka tidak di uji lagi? sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. maka sesungguhnya Allah SWT mengetahui orangorang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS Al-Ankabut 2-3)

Kenapa aku tidak mendapatkan apa-apa yang aku idam-idamkan ?

“boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah SWT mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqoroh 216)

Kenapa Ujian Seberat ini…?

“Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan seseuai kesanggupannya” (QS Al-Baqoroh 286)

Rasa Frustasi…?

“janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamu orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang beriman” (QS Ali-Imron 139)

Bagaimana Aku harus menghadapinya…?

“hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah SWT supaya kamu beruntung” (QS Ali-Imran 200)

jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali orang-orang yang khusyu” (QS Al-Baqoroh 45)

Apa yang aku dapat dari semua ini….?

sesungguhnya Allah SWT telah membeli dari orang-orang Mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka” (QS At-Taubah 111)

Kepada Siapa aku berharap…?

cukuplah Allah SWT bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya lah aku bertawakal”

Jangan berhenti mengharap rahmat Allah SWT…

dan jangan lah kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah SWT melainkan Kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)[]

Sayang, dia telah meninggal…..

masih seputar majalah. untuk majalah yang satu ini, begitu banyak menetap di dalam rumahku. hampir setiap bulannya pasti ada aja….(padahal tidak berlangganan…..) nama majalah itu adalah “Media Pembinaan”. pasti tak asing lagi dengan majalah yang satu ini. majalah ini merupakan majalah prodak dari departemen agama. dibagikan secara cuma-cuma pada staf nya.

suatu hari, aku melihat salah satu dari edisi majalah ini tidak berada pada area rumahku, ketika itu aku berada di pondok tercinta. ternyata, salah satu guruku menghibahkan banyak sekali majalah ini untuk perpustakaan pondok. hal yang menarik kala itu, edisi yang tersedia bukan edisi tahun-tahun 2000 atau sesudahnya, melainkan edisi tahun-tahun lalu mulai dari tahun 80-an sampe 90-an. secepat kilat mataku tertuju pada satu edisi majalah tahun 97 dan judulnya pun terlihat menarik, mungkin pada tahun 97-an aku belum mengetahui kabar-kabar yang bermunculan ke permukaan kala itu. dan hal tersebut sepertinya yang membuat aku ingin membacanya.

pada majalah itu, tertulis salah satu artikel tentang dunia internasional. tepatnya kabar mengenai salah satu wanita populer di dunia. dia adalah Lady Diana.

kita pasti tau tentang salah satu wanita terpopuler di dunia khususnya di daratan inggris raya ini. ya…walaupun sebenarnya aku tidak begitu tau banyak tentang beliau, sebab mungkin ketika itu aku masih kecil sewaktu beliau menjadi putri inggris. dan hal ini lah yang membuatku penasaran….

dan setelah ku membaca artikel itu, sunggu membuatku mengkerutkan kening, “andai beliau masih hidup…..”

mengapa demikian……?

ok…akan ku tulis sedikit dari isi artikel itu….

Sayang, Dia telah meninggal…. (andaikan putri Diana masuk Islam…)

oleh: Sismono

Masih ingat dengan putri Diana? Dialah janda pangeran Charles (Putra mahkota kerajaan Inggris), ibu dari pangeran William dan Harry, dan juga kekasih Dodi Al-Fayed, yang juga keduanya (Diana dan Dodi) tewas dalam kecelakaan maut di sebuah terowongan di Paris 31 Agustus 1997. hubungan Dodi Al-Fayed dengan Diana (sejak resmi bercerai dengan Pangeran Charles) tidak saja dikhawatirkanakan menjadi bencana politik bagi monarki Inggris, melainkan dikhawatirkan juga menjadi masalah besar dalam keagamaan/kepercayaan turun temurun. karena itu, badan intelejen Inggris MI-6 pada bulan juli 1997 pernah memberi nasehat dan rekomendasi kepada Ratu Elizabeth II, agar dengan segala cara dapat mencegah pernikahan Diana dengan Dodi.

Putri Diana, bagaimanpun juga adalah ibu dari Pangeran William dan Harry, sekalipun telah bercerai dengan Pangeran Charles. maka kalai dia menikah dengan Dodi yang Muslim itu, berarti pada saatnya kelak akan ada raja Inggris (Raja William) yang mempunyai ayah tiri (Dodi AlFayed) yang mesir (Arab) dan Muslim. lebih-lebih kalau Diana Ikut Masuk Islam (mengikuti agama Dodi), berarti pula akan ada Raja Inggris  yang mempunyai ibu kandung seorang muslimah.

kebenaran tentang akan menikahnya Diana dan Dodi dan kemudian masuk Islamnya Diana sebenarnya masih menjadi teka-teki besar. Namun Demikian, Hussein Yassin (Sodara ayah tiri Dodi) menjelaskan soal itu kepada harian berbahasa Arab “Ashraq Al-Awsat”, bahwa dia mengaku sempat berbicara lewat telepon dengan Dodi ketika empat jam sebelum maut merenggut Dodi. dan saat itu, Dodi mengatakan bahwa ia akan menikahi Diana karena sudah saling mencintai.

Abdul Qadr Azad (Imam Besar Mesjid Raya Badshasi di Lahore Pakistan) menyatakan pernah bertemu dengan Putri Diana, ketika ia berkunjung ke Pakistan pada tahun 1991 dan sempat berkunjung/ masuk ke dalam mesjid raya tersebut. menurut Azad bahwa Diana menunjukan sikap tertariknya terhadap Islam. Bahkan terhadap “The Nations” (koran terbitan Lahore), Azad menuturkan bahwa Diana ingin masuk Islam apabila ada dukungan dari seorang Muslim yang tak lain adalah Dodi sendiri. dan konon, ayah Dodi itu merupakan teman lama Earl Spencer, ayah Diana.

jadi, kiranya cukup beralasan juga apabila diana bakal masuk Islam setelah menikah dengan Dodi Al-Fayed, orang yang meskipun di cap Playboy, penggemar obat-obatan dan suka foya-foya, tetapi tetap seorang muslim.

yang jelas dan pasti, seandainya Diana menika dengan Dodi dan Diana masuk Islam, maka yang akan menanggung risau, malu, galau, dan tekanan batin tentulah keluarga istana kerajaan Inggris. Bayangkan ! jika hal itu berlangsung, maka Raja Inggris nanti (Pangeran william) akan meiliki ayah tiri seorang Muslim, dan Ibu kandung seorang Muslimah. bagaimana sikap ratu Elizabeth dan kalangan istana Inggris lainnya..?

dan akhirnya, semua itu hanya angan-angan belaka. yang jelas, Diana telah meninggal dan dimakamkan dengan upacara katholik di gereja Westminster London pada Sabtu 6 september 1997.[]

wallahu allam bishowab…..

 

gimana arikelnya…? dan ternyata keinginan-keinginan itu hanya membuat diriku mengerutkan kening….

kadang aku sering berkhayal, jika Diana benar-benar masuk Islam, dan kala itu dia bergaul dengan istri-istri pembesar Islam seperti Suha (istri Yasser arafat), Ratu Noor (Istri Raja Husein dari Jordania), Benazir Bhutho, atau bahkan Hj Siti Hardiyanti Rukmana, dan membuat wawasan luas tentang keislaman, maka Istana Buckingham akan semakin terguncang…

dan sekali lagi….Sayang, Dia telah meninggal……

semoga bermanfaat…^_^

-The Owner Of Me-

sewaktu Mts, kadang bapak ku sering membawa beberapa majalah yang menurutku bagus, majalah tersebut merupakan majalah-majalah langganan instansi tempat bapakku bekerja, nama majalah itu adalah PERCIKAN IMAN.

isinya memuat beberapa permasalahan dan kajian Islam, sungguh benar-benar jatuh cinta diriku dengan majalah itu. selain itu, terdapat pula biografi tokoh-tokoh islam masa lalu atau masa kini, dan beberapa puisi-puisi berbahasa asing seperti bahasa inggris. sayang, majalah-majalah itu sekarang berhamburan menjauh dan tidak diketahui keberadaannya semenjak diriku membawanya ke pondok pada waktu SMA….(galau….-_-)

bayangkan, 8 majalah hilang entah kemana….sungguh membuatku kecewa…:’) dasar peminjam tak bertanggung jawab….(sabari cerik….he..he…)

ok…salah satu isi majalah itu adalah sebuah puisi sarat akan makna…(untung aku copy ke buku he..he…)

puisi nya berbunyi….

The Owner Of Me

i’am mine

i know my self

i’am the king and the owner of me

i do what i want

i go wherever i go

i eat what i want

i sleep when i wish

i take a breath as i like

but..but…

but in fact i know nothing about the number of my hair

but..but..

but in fact i don’t know the number of my teeth

but..but..

but in fact i have never seen all my back

and even i’am not able to circulate my blood in my body

can’t make my own saliva and tears

don’t know how long my duodenum is

don’ know how to change O2 to CO2

do’n know how often i blink my eyes in the minute

don’t know how many words i said today…

it’s wrong, not true, a mistake

i’am not mine, i’am not mine

forgive me…the owner of me…..

dari sepenggal puisi ini, kita diajarkan agar tidak berlaku sombong….kita masih punya Sang Pemilik Seutuhya…

Sang Pemilik kita…

bukan apa-apa kita, di bandingkan Allah SWT..The Owner of us…..

semoga bermanfaat…^_^

-Pembelajaran Hidup-

“penjara suci”, kata itu selalu melekat erat ketika ku habiskan masa SMA ku. sebenarnya tak terbersit olehku untuk memasuki ranah sebuah “penjara suci” tapi apa mau dikata, desakan orang tua ku meluluhkan rasa keinginan ku untuk hidup bebas seperti halnya teman-teman ku di MTS…

dan ternyata….KETAGIHAN…!!!

sayang, diriku hanya mengenyam kehidupan pada “penjara Suci” itu tak lebih dari 4 tahun saja….(pengen lagi….!!!:D) sebab masih banyak ilmu agama Islam yang belum aku ketahui…

ketika seorang santri bergelut pada kehidupan “penjara suci” banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang diperoleh, apa sajakan itu….
mari kita telaah secara mendalam..^_^

*awal tahun pertama…..(masih culun-culun, dengan bentuk kerudung agak sedikit menyon ^_^)

kehidupan dimulai dengan linangan air mata, terpisah jarak dengan ibu tercinta, ayah terkasih. sendiri, bertatapan dengan orang asing, dan….Mandiri kunci yang utama….

PELAJARAN HIDUP PERTAMA, MANDIRI

mandiri dalam menghadapi hidup, tidak lagi dibangunkan oleh Ibu, tidak lah bergantung pada orang tua, semua dijalanin sendiri, DAN INILAH SAATNYA>>>>

*tahun kedua dan ketiga….

perlahan ego muncul dalam benak. merasa sudah mandiri, merasa “AKU ADALAH AKU” sebab sudah menjadi kakak tingkat, tapi…pada tahun-tahun ini, kita wajib mengayomi adik-adik kelas, dan mulai melatih kedewasaan…..

PELAJARAN HIDUP KEDUA, MELATIH JIWA KEDEWASAAN

DAN INILAH SAATNYA>>>>>>

*tahun keempat…..

ketika perasaan suci menghampiri, benih-benih cinta merasuk…bersikap dewasa dalam menyikapi rasa, bersabar untuk tidak terbawa bujukan syetan,….fokus dalam menuntut ilmu….dan…serahkan rasa cinta suci ini pada Sang Khalik, agar senantiasa Allah SWT menjaga perasaan kita, dan melabuhkan rasa cinta ini pada waktu lain, waktu yang tepat….

PELAJARAN HIDUP KETIGA, BELAJAR DEWASA

DAN INILAH SAATNYA>>>>>

*tahun kelima……

ketika suatu tanggung jawab menghampiri, suatu amanah yang mesti dipikul….bersarang di pundak begitu berat, hanya rasa ikhlas dan tanggung jawab menjadikan seorang santri pada tahun kelima ini lebih bijak serta melahirkan suatu kepemimpinan yang baik….(mulai menjadi mudabir wal mudabiroh….^_^ sungguh masa-masa sulit….)

PELAJARAN HIDUP KEEMPAT, MENJADI ORANG BIJAK

DAN INILAH SAATNYA>>>>>>

*tahun keenam (tahun akhir)

tahun penentuan, ketika seorang santri harus menjadi panutan yang baik, menjadi uswatun hasanah (muallim wal muallimah), pengabdian terakhir untuk pondok tercinta….

dan MENGHARGAI….

menghargai guru itu mudah, menghargai yang lebih tua itu bisa….tapi….menghargai disini adalah menghargai adik kelas kita…..ketika adik kelas kita menjadi seorang pengurus pondok, menjadi seorang mudabbir wal mudabbiroh, kadang ego kita sering membuat kita tidak menghargai peraturan yang terapkan oleh adik-adik kelas…

tak jarang sering kali terbersit rasa ingin menang sendiri, rasa “kita kan paling tinggu…!”

PELAJARAN HIDUP KELIMA, MENJADI ORANG YANG MENGHARGAI

DAN INILAH SAATNYA>>>>>

 

ketika semua pelajaran hidup terukir dalam setiap jiwa seorang santri, niscaya apabila mereka keluar dari pondok, meninggalkan pondok untuk mengemban kehidupan diluar….maka tertata penuh keindahan, tertata penuh keberkahan dan senantiasa kebahagian mengikuti nya dari belakang, ibarat bayangan yang selalu ada…^_^ insya Allah….

 

wallahu allam bishowab….^_^

Monster (Paramore)

-Monster-Wallpaper-paramore-22376460-1680-1050You were my conscious
So solid, now your like water
And we started drowning
Not like we sink any farther
But I let my heart go
It’s somewhere down at the bottom
But I’ll get a new one
And come back for the hope that you’ve stolen

I’ll stop the whole world
I’ll stop the whole world… from turning into a monster
Eating us alive
Don’t you ever wonder how we survived
Now that your gone
The world is ours

I’m only human
I’ve got a skeleton in me
But I’m not the villain
Despite what your always preaching
Call me a trader
I’m just collecting your victims
And there getting stronger
I hear them calling
(I hear them calling)

I’ll stop the whole world
I’ll stop the whole world… from turning into a monster
Eating us alive
Don’t you ever wonder how we survived
Now that your gone
The world is ours

When you find a strength and solutions
But I like the tension
And not always knowing the answers
Well your gonna lose it… Your gonna lose it

I’ll stop the whole world
I’ll stop the whole world… from turning into a monster
Eating us alive
Don’t you ever wonder how we survived
Now that your gone
The world

I’ll stop the whole world
I’ll stop the whole world… from turning into a monster
Eating us alive
Don’t you ever wonder how we survived
Now that your gone
The world is ours